AHY Bukan Superman

AHY Bukan Superman
2 minute read

Saat didaulat menjadi Kogasma, AHY berseru kalau Partai Demokrat tidak butuh Superman tapi Super Team.


PinterPolitik.com

“Superman tidak butuh seatbelt.” ~ Muhammad Ali

Jadilah anak orang kaya atau berkuasa, maka kau akan mampu menggenggam dunia tanpa perlu banyak usaha. Begitulah nasib orang-orang yang istilahnya lahir dengan “sendok perak” di mulutnya. Walaupun kelihatannya sama dengan sendok lain, tapi harganya beda bro, muahal!

Jadi enggak usah heran dan bengong, kalau ada berita Agus Harimurti Yudhoyono atau yang keren disingkat AHY, mendadak punya kekuasaan super di Partai Demokrat. Kekuatan barunya itu, bahkan kabarnya sama dengan milik bapaknya yang udah duluan bercokol di sana. Mantap, ajib banget.

Kalau orang-orang lain, termasuk Ibas, adiknya sendiri. Masuk Demokrat itu harus “manjat” dari anggota dulu, baru nanti akan dipertimbangkan untuk naik jadi pengurus. Nah kalau AHY, dia bisa “terbang”. Walau baru masuk kemarin, dia langsung dapat jabatan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat.

Tugas Kogasma ini enggak cuma jadi penggembira di partai aja, tapi harus jadi penentu strategi pemenangan partai berlambang Mercy itu. Bahkan sang Ketua Umum yang tak lain ayahnya sendiri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempersilakan AHY untuk memimpin partai dan menentukan pada siapa Demokrat akan berkoalisi nantinya.

Wow, terbangnya enggak kira-kira ya, langsung ke tapuk pimpinan! Apakah AHY punya sayap? Atau, jangan-jangan AHY itu Superman? Hmmm, biar enggak disangka begitu, AHY pun meluruskan dengan mengatakan kalau Partai Demokrat enggak butuh Superman. Weleh, terus kalau bukan Superman apa dong yang bisa terbang? Batman?

Baca juga :
Bambang Brodjonegoro, Jakarta "Forest City"

Hmm, mungkin Batman lebih tepat ya. Secara di Pilkada DKI Jakarta lalu, AHY harus babak belur dan KO di ronde pertama. Siapa lagi sih, jagoan yang kalau berantem itu selalu kalah duluan dan kena “kapaaww” dari lawannya? Sudah tentu Batman. Tapi kok bajunya biru, bukan hitam? Enggak pakai topeng pula, terus siapa dong? Hmmm.

Daripada pusing-pusing, AHY mengatakan kalau Partai Demokrat itu enggak butuh Superman, apalagi Batman, yang dibutuhkan itu Superteam. Waduuuh, siapa itu Superteam? AHY bilang, keberhasilan Superteam itu bukan pada perseorangan tapi pada soliditas kelompok. Oooh, jangan-jangan Superteam itu kayak Avengers atau Justice League ya? Hmmm. (R24)

Facebook Comments