Aher Tersandung Korupsi?

Aher Tersandung Korupsi?
Istimewa
2 minute read

“Potensi adanya konflik kepentingan cukup kuat terjadi di kasus ini.” ~ Ketua Beyond Anti Corruption Dedi Haryadi


PinterPolitik.com

Baru saja lepas jabatan jadi Gubernur Jawa Barat dan punya harapan jadi calon presiden PKS, eh ujug-ujug, dua lembaga swadaya masyarakat anti korupsi, melaporkan Ahmad Heryawan alias Aher ke KPK. Baik Beyond Anti Corruption (BAC) maupun Perkumpulan Inisiatif, sama-sama menduga kalau Aher melakukan pembohongan publik terkait bunga deposito Pemda, widiiiw syereeem.

Urusan uang memang enak-enak syerem ya, namanya juga manusia, suka enggak sadar kalau mata mendadak jadi hejo begitu ngeliat duit bertumpuk-tumpuk. Mau itu uang rakyat juga, kalau bisa di tilep-tilep dikit, kan lumayaaan. Apalagi masuk dalam daftar capres, waduh, bisa buat bantu-bantu modal. Kalau bunga bank mah, bisalah dicincay-cincay dikit, selama yang ngasih ikhlas, kan enggak dosa. Wadaw, masa iya gitu?

Kalau bedanya seperak dua perak mah, rakyat mau protes juga enggak enak ya. Secara, Gubernur kan juga udah kerja keras nyenengin warga. Tapi kalau selisihnya sampai Rp 844,6 miliar mah, itu kebangetaaan atuuh! Kalau dibeliin kerupuk, seluruh warga Jabar bisa kebagian itu. Lha, kalau buat Aher sendiri itu mau buat apaan sih? Ehem, oiya ya, kan juga bagi-bagi buat partainya ya, ahay!

Ugh, pantes aja delapan kader PKS lainnya jadi ikhlas kalau PKS memajukan Aher. Uang segitu mah, bisa kebagian semua. Eleh-eleh. Tapi eh, enggak boleh suudzon, kali aja itu bener masuk kas Pemda semua. Kaya dong Pemda Jabar sekarang yah. Harusnya sih, dua lembaga itu enggak usah usik-usik, kan uang bunganya buat warga Jabar. Kalau emang kaya dan transparan, terus ngapain kedua lembaga itu ngelapor ke KPK hayo?

Nih, simak kata anggota Senat AS kulit hitam pertama, Edward Brooke, kalau masyarakat udah memandang korupsi sebagai sesuatu yang wajar dan bagian dari proses pemerintahan, itu artinya di masyarakat kita ada problem yang lebih parah dibanding tindak kejahatan maupun kejatuhan moral.

Sebab itu artinya, negara ini mengidap kanker politik yang menumbuhkan pemerintahan demokrasi yang sinistik dan pada akhirnya menjalar ke seluruh warganya. Wah, jangan sampai parah  kayak gitu deh ya. Apalagi PKS selalu gembar-gembor paling agamis dan berketuhanan, masa iya enggak malu ketauan korupsi melulu sih? (R24)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here