Aher ‘Orang Terkuat’ PKS

Aher ‘Orang Terkuat’ PKS
Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat. (Istimewa)
2 minute read

“Sembilan nama itu kan hasil pemilihan internal PKS, nomor satu Pak Aher, nomor dua saya, nomor tiga Pak Anis Matta, nomor empat Pak Irwan Prayitno, nomor lima Shohibul Iman, dan seterusnya.” ~ Hidayat Nur Wahid


PinterPolitik.com

Sembilan nama calon Presiden atau calon Wakil Presiden yang disiapkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ternyata sudah memiliki peringkat.

Tentu yang paling unggul akan dipilih dan yang lainnya akan tersisih lalu terbuang.

Hal ini memperjelas kabar kalau kini PKS sudah memiliki keputusan resmi siapa yang diunggulkan dari sembilan nama untuk diberikan kepada Partai Gerindra, agar bisa menduduki kursi Cawapres dari Prabowo Subianto.

Kalau kata Fahri Hamzah, kabarnya Anis Matta lah yang menjadi orang terkuat yang akan diusung menjadi Cawapres di Pilpres 2019 mendatang.


Weeiittsss, tapi prediksi Fahri ternyata meleset, maklum kan Fahri bukan Majelis Syuro PKS, jadi pasti informasinya meleset, ahhh syudahlah.

Ternyata orang terkuat dari sembilan nama yang diusulkan PKS ialah Ahmad Heryawan yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, waduh, pupus sudah masa depan Anis Matta untuk menjadi Cawapres, weleeeh weleeeh.

Ahmad Heryawan a.k.a Aher ternyata mendapat perolehan suara terbanyak yang diputuskan oleh Majelis Syuro PKS. Hmmm, kalau begini berarti sudah final dong PKS akan menyandingkan Prabowo – Aher untuk Pilpres 2019?

Weeeiittsss, belum tentu lah, lah nunggu apalagi coba? Kan keputusannya udah ada, jadi ngapain lagi nunggu – nunggu, hadeuuuh. Buat apa Majelis Syuro udah milih Aher dari suara terbanyak.

Ternyata harus ada beberapa pertimbangan lagi, sebelum Aher benar – benar disandingkan dengan Prabowo untuk bertarung di Pilpres, tapi kira – kira apa reaksi Partai Gerindra?

Baca juga :
Jokowi ‘Dukung’ Anies Baswedan?

Akankah Prabowo menerima nama Aher untuk bersanding dengannya di Pilpres 2019? Nah loh, PKS udah punya namanya tuh, Prabowo mau nerima atau merelakan PKS kabur dari romantisme koalisinya?

Kini yang bingung, Prabowo dan Partai Gerindra kalau masih mau dapet suara dari PKS, tentu Aher harus dapat posisi Cawapres. Tapi, kalau Prabowo ngotot pengen Cawapres orang lain gimana?

Ucapkanlah selamat tinggal kepada PKS, hmmm, PKS selalu tak diakomodir kalau minta jabatan sama Partai Gerindra, tak mengapalah weleeeh weleeeh.

Tapi tak mengapa, PKS harus mengilhami perkataan seorang aktivis Afrika Selatan, Desmond Tutu yang mengatakan, biar saja harapan PKS itu seperti melihat setitik cahaya dalam kegelapan. (Z19)