#2019GantiPresiden Bikin Rakyat Ilfeel?

#2019GantiPresiden Bikin Rakyat Ilfeel?
Massa #2019GantiPresiden. (Foto: Lampungpro.com)
2 minute read

“Demokrasi adalah proses di mana orang-orang memilih seseorang yang kelak akan mereka salahkan.” Bertrand Russell


PinterPolitik.com

Kerancuan terjadi tatkala muncul beberapa aksi pro dan kontra pemerintah. Banyak yang bertanya apakah hal tersebut sebagian dari aksi kampanye yang ditunggangi elite politik, atau benar-benar aksi dari rakyat sebagai wujud partisipasinya dalam berdemokrasi. Rasa-rasanya itu…. Nganu. Hehehe.

Tapi kalau mau mengamini pendapat Bawaslu, aksi #2019GantiPresiden sebenarnya bukan gerakan yang melanggar aturan pemilu. Namun, sayangnya ada beberapa kalangan masyarakat yang merasa gerah dan kemudian menentang aksi tersebut secara terang-terangan.

Akhirnya, gerakan-gerakan ini menimbulkan kericuhan. Hmm, kericuhan yang tak perlu dan membuang-buang energi banget memang. Mending nonton Asian Games, ketahuan, mesti capek, tapi happy. Bisa bertemu atlet-atlet yang mempesona, kayak Jonatan Christie misalnya. Awawawaw.

Aksi #2019GantiPresiden suka berujung rusuh. Hati-hati, rakyat bisa jadi ilfeel, loh~ Click To Tweet

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edwar Siregar menilai, jika keadaan terus tidak terkendali seperti ini, pemilih bisa tidak suka dengan para aktivis gerakan #2019GantiPresiden. Ini terlalu drama gitu loch. Apa lagi kalau nonton video curhatannya Mama Neno Warisman, weleh, berasa lagi nonton sinetron-sinetron azab dan hidayah di Indosiar, sedih dan menegangkan gimana gitu.

Tapi lain lagi ceritanya kalau lagi nonton video curhatan milik aktivis #2019GantiPresiden Ahmad Dhani waktu di Surabaya kemarin, berasa lagi nonton sinetron anak-anak jalanan di TV coy. Lagi dikepung gitu, malah nantangin, ngata-ngatain orang idiot. Badass abess

Menurut Fritz, alih-alih menarik simpati, masyarakat justru bisa jadi antipati lantaran merasa gerakan tersebut kerap menyulut bentrokan warga. Dia khawatir akan menimbulkan respon negatif terhadap calon yang diusung.

Karena itu, ia meminta pendukung masing-masing pasangan calon untuk menahan diri, sampai saatnya waktu kampanye pada 23 September nanti. Nah, pas tanggal itu terserah deh, mau pakai #2019GantiPresiden atau apa gitu, bebas.

Lagian gaes, berbeda pilihan dalam politik itu sah-sah saja. Nggak perlu sampai saling membenci apalagi melukai. Itu sama saja dengan perbuatan melukai demokrasi.

Kalau menurut Goenawan Mohamad, demokrasi merupakan upaya untuk melahirkan kekuasaan yang disepakati. Namun, sebelum kesepakatan harus ada proses bertukar pikiran hingga kemudian ada kesabaran sebelum mulut ditutup dengan ikhlas. (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here