100 Ribu, Sandi Bisa Beli Jokowi?

100 Ribu, Sandi Bisa Beli Jokowi?
Foto : Istimewa
3 minute read

 “Presiden itu budak rakyat? Yakin mau dibilang budak?”


PinterPolitik.com

Setelah Sandiaga Uno berkunjung ke Bangka Belitung akhirnya doi sampai juga ke Kota Palembang. Nah, di kota pempek itu Sandiaga kembali menyapa dan menyerap aspirasi warga yang diklaim banyak keluhan terkait kondisi stabilitas perekonomian. Ckckck.

Memang sih zaman Jokowi banyak yang mengeluh apa-apa mahal, apalagi dolar sudah semakin berprestasi mencapai angka Rp 15 ribu. Tapi yang jadi pertanyaannya, apa ada ya warga yang bertemu dengan pemimpin atau calon pemimpin terus bilang gini:

“Bang Sandi, alhamdulillah ya zaman Jokowi enak, pembangunan lancar, apa-apa mudah ngurusnya. Beda kayak yang dulu-dulu. Mending Bang Sandi enggak usah capek-capek deh lawan Jokowi, warga sini enggak masalah kok dengan dolar, BBM, listrik dan yang lainnya naik.”

Atau sebaliknya ada yang bicara seperti ini saat warga bertemu Jokowi:

“Pak Jokowi, alhamdulillah ya, apa-apa udah naik, dolar juga udah naik pak. Mending ga usah repot-repot jadi presiden deh, urus Jakarta lagi aja sama Ahok, biar Prabowo sama Sandi aja yang gantiin bapak, #2019gantiankeles”. Click To Tweet

Nah ada enggak cuy warga yang kalau ketemu pemimpinnya ngomong gitu? Kalau ada, top empat jempol deh buat warga tersebut. Wkwkwk.

Tapi sih, intinya Sandi mengaku sudah berhasil mendengarkan aspirasi dari Ibu Ina Sumarno. Emak-emak yang merupakan pensiunan PNS. Kata Sandi, walaupun si ibu berpenghasilan tetap, namun ia mengeluhkan ketika mau belanja. Katanya bawa uang Rp 100 ribu, uang kertas pecahan terbesar, masih sulit mendapatkan macam-macam.

Hmmm, bang, baru sekali turun ke jalan apa gimana sih? Kok banyak orang pada cekikik ya. Emang bisa ya suara dari satu orang langsung kita tarik kesimpulan yang general gitu? Apa mungkin macam-macam yang dimaksud ibu dan Sandi itu seperti beli HP, DP kredit rumah, atau motor kali ya? Kalau itu mah emang kemahalan kali harga barangnya bang. Wkwkwkwk, kecuali kalau bang Sandi mau nyediain yang murah, pasti deh banyak yang dukung. Tak hanya itu, Sandiaga juga mengaku menerima keluhan warga terkait ketersediaan BBM yang terjangkau. Salah satu keluhan tersebut didapatkan dari ibu Sumarni yang merupakan mantan kepala sekolah.

Wih, kalau yang ini sepakat banget nih, BBM naik tinggi banget loh! Apalagi jenis Pertamax, jadi kan sekelas mantan kepala sekolah kayak ibu itu sulit beli bensin non-subsidi. Betul apa betul cuy? Wkwkwk.

Jadi intinya mah Sandiaga telah mendapat banyak keluhan di lapangan, mulai dari kenaikan harga sampai kenaikan kriteria pelamar kerja yang membuat  sulitnya mendapat pekerjaan. Alhasil zaman Jokowi diklaim punya banyak pengangguran.

Sepakat kah kalian dengan fakta yang ditemukan Sandi di lapangan? Hmmm, pasti enggak sepakat lah, kan kalian cebong. Wkwkwk, bercanda yaa! Mau cebong atau kampret, kita tunggu aja deh nanti gimana sih keseruan narasinya Sandi dan argumentasi Jokowi di debat Pilpres 2019. Eh, tapi awas loh ya kalau sudah denger keduanya berdebat, jangan sampai golput ya! (G35)